Make CMS
Belajar Membuat Fungsi dalam PHP
(Hanya untuk Programmer Pemula PHP/ newbie PHP Programmer)
Entah ini artkel ke berapa yang udah saya upload! Meski tak urut kronologi isi artikelnya ini tidak menjadikan masalah bagi anda! (Saya harap begitu). Pada artikel kali ini saya akan menerangkan bagaimana konsep membuat fungsi, bagaimana belajar membuat fungsi.
Setiap syntax PHP (PHP Hypertext Processo) yang anda gunakan sebagian besar adalah fungsi
Example:
<? |
Dari sample / contoh diatas kata yang ditebalkan adalah contoh fungsi, fungsi tersebut adalah bawaan dari PHP.
Contoh-contoh fungsi lain bisa anda lihat pada artikel sebelumnya “Mengenal Function-Function Yang Jarang Digunakan Programmer Newbie (Pemula) Dalam PHP”.
Disini kita tidak akan membahas fungsi internal (fungsi bawaan PHP), tapi kita akan membahas fungsi external (fungsi buatan sendiri). Mungkin sebelum menginjak ke pointnya ada beberapa pertanyaan yang timbul dari benak anda!!
Kenapa harus buat fungsi external (padahal PHP kan Fungsi-fungsi nya sudah lengkap)
Ya anda benar, PHP adalah memiliki function-function yang lengkap. Tapi bukan berarti pembuatan/ penambahan function external ini karena kekurangan PHP. Jutru ini adalah bentuk pelajaran dari PHP kepada kita selaku usernya dalam berkreasi. Apalagi PHP sendiri menyediakan fungsi untuk membuat fungsi external. Jadi ini bukanlah hal yang ilegal. Function dalam PHP (Internal Function) dalam PHP adalah sudah lengkap. Tapi hanya function dasar/pokok sedangkan kita membuat function external adalah function yang melengkapi kebutuhan website kita. Jadi jelas bukan!
Memulai Membuat fungsi
Kita mulai bagaimana membuat function. Copy dan paste pada file berextensi php example dibawah ini dan jalankan pada webserver anda.
<? //membuat fungsi cetak //memanggil fungsi cetak |
Perhatikan dari example di atas. Tulisan yang ditebalkan adalah contoh fungsi yang kita buat (function external).
Baik akan saya jabarkan kembali contoh diatas.
Function cetak ( )
{
echo “Saya dari fungsi : saya lagi belajar membuat fungsi”;
}
tulisan function adalah medeklerasikan bahwa itu adalah sebuat function tambahan
tulisan cetak adalah nama fungsi tersebut
tulisan diantara kurung kurawal adalah main script/ script utama dari function tersebut.
Example yang lain:
Function cetak ($nama, $alamat=”” ) cetak (“Didin Nurdin Ahmadi”, “Kuningan Kadugede”); |
Oke jalankan listing code diatas. Hasilnya:
Saya Didin Nurdin Ahmadi dari Kuningan Kadugede
Saya http://www.pqcms.blogspot.com dari
Function ini berbeda dengan contoh sebelumnya.
Terdapat perbedaan yaitu adanya variabel yang menjadi argument / variabel local untuk function tersebut
$nama = adalah variabel yang di import dari luar kedalam function cetak
$alamat= adalah variabel yang di import dari luar kedalam function cetak
keduanya sama-sama variabel dari luar. Bedanya variable pertama ($nama) adalah variabel yang harus diisi/ tidak boleh dikosongkan beda dengan variable ke dua ($alamat) variable ini adalah optional hanya sebagai tambahan/ tidak di isi tidak apa-apa(lihat kedua perbedaan variable ini pada contoh function tadi).
Lihat baris pertama pada hasil cetak
Saya Didin Nurdin Ahmadi dari kuningan kadugede
Kata “Didin Nurdin Ahmadi” adalah dari luar function yang di bawa oleh variable $nama, begitu juga kata “Kuningan Kadugede” dibawa oleh variable $alamat.
Pada baris ke dua :
Saya http://www.pqcms.blogspot.com dari
Kita lihat kalimat ini itu tidak dapat dimengerti apa maksudnya. Kata “http://www.pqcms.blogspot.com” di bawa oleh variable $nama tapi variable $alamat kali ini tidak membawa apa-apa alias kosong jadi tidak menampilkan apa-apa. Variabel ini adalah variable optional (boleh tidak di isi) tapi kalo variabel $nama itu harus diisi. Gak percaya coba saja!!! ^_^
thanks mas, artikelnya bermanfaat sekali buat saya
ReplyDelete